19 Mei 2010

Halim Sulasmono: CIO adalah Pemimpin Inovasi, Transformasi dan Integrasi

“Filosofi saya adalah bekerja secara sungguh-sungguh, detail, komprehensif dan be humble. Opini orang tentang cara kerja saya itu dibangun dengan sikap yang baik dan prestasi kerja,” ujar Halim Sulasmono, VP Information Technology Policy PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom). Dengan filosofi itulah, Halim mampu menggerakkan divisi teknologi informasi (TI) di perusahaan telekomunikasi terbesar di Tanah Air itu. Dan, dalam ajang Best e-Corporation (Best e-Corp) yang diselenggarakan Majalah SWA, Halim menyandang predikat sebagai juara pertama di kategori Future IT Leader.

Menurut Halim, pemimpin di bidang TI akan lebih baik jika punya pengalaman juga di bidang tersebut, kendati lebih besar aspek kepemimpinannya. Lalu, sebagai pemimpin dia pun harus mempunyai visi-misi serta kemampuan membentuk tim TI yang excellent. Jadi, sebagai chief information officer (CIO) di perusahaan mana pun, baik yang basis produknya TI maupun bukan, maka perannya sebagai pemimpin itu bukan hanya sebagai information officer, tetapi juga harus bisa berperan sebagai pemimpin inovasi, transformasi dan integrasi.

Artinya, dengan tiga peran itu, seorang CIO, selain membentuk tim yang excellent, juga harus mampu bekerja sama dengan kolega di seluruh kantor ataupun mitra bisnis untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang harus bisa diserahkan secara real-time, simpel, terotomasi dan terintegrasi. Pengertian tim TI yang excellent itu adalah tim yang mampu bekerja secara inovatif dan efisien yang sejalan dengan kebutuhan perusahaan, pelanggan dan bisnis.

Seandainya Halim dikaryakan sebagai CIO kelak, meski di perusahaan yang bukan berbasis TI sekalipun, ia akan memiliki 9 strategi insiatif yang dikelompokkan dalam tiga kelompok besar. Pertama, transformasi, meliputi re-engineering proses bisnis, enterprise architecture, dan integtrated system. Kedua, improvement, meliputi IT strategy and planning, program and project management, IT governance. Dan ketiga, evolve, meliputi software development, infrastructure and operation, IT security and risk management, dan IT proffesional support. “Ke-9 strategi itu bisa menjadi misi dan strategi CIO di mana pun dia berada,” ia menegaskan.

Dari ke-9 strategi insiatif itu, untuk melihat posisi TI di organisasi tersebut seperti apa, pahami IT governance-nya. Setelah itu, analisis dan buatlah rencana jangka panjang perusahaan atau master plan untuk 2-3 tahun mendatang. Lalu, jalankan master plan itu; dan harus punya indikator pengukuran kesuksesan.

Dalam berkomunikasi dengan seluruh anggota tim agar sejalan dengan visi-misi organisasi dan pemimpin, ada dua pendekatan yang ia lakukan. Pertama, bersikap profesional dalam bekerja dengan didukung wawasan dan skill yang berhubungan dengan kepemimpinan, seperti keterampilan berkomunikasi dan kepemimpinan, selain pemahaman yang baik tentang ruang lingkup pekerjaannya. Kedua, pendekatan spiritual values: seorang pemimpin harus jujur, sabar dan bertanggung jawab karena bagaimanapun pemimpin adalah panutan.

Dengan sikap profesional itu, sang pemimpin akan serius dalam bekerja. Untuk mendapatkan great result dalam tim, ia akan mengawinkan kedua pendekatan itu. Apalagi, jika berhadapan dengan sosok anggota tim yang diam-diam senang “membocori” kapal. Jika kedua pendekatan itu tidak berhasil mengatasi sosok semacam ini, setelah ada berbagai peringatan, ia pun tidak segan mengeluarkannya dari kapal daripada kapalnya itu tenggelam dan semuanya mati.

Selain itu, bangun rasa percaya pada anak buah agar tercipta suasana kerja yang nyaman. Ajak bicara dan dengarkan kemauan atau kebutuhan staf, pengguna internal ataupun eksternal. “Berdasarkan pengalaman saya, dengan sikap mau lebih mendengar itu, (kita) malah akan menemukan solusi yang terbaik. Tentu, apa yang akan saya dengarkan itu terkait dengan pekerjaan karena sikap profesional tersebut,” ia mengungkapkan.

Indra Utoyo, CIO Telkom, berpandangan, Halim termasuk orang yang tekun, punya disiplin dalam hal berpikir, berpikir cermat, detail, dan semua dilakukan dengan sebuah alasan: tidak hanya asal selesai. Kalau dilihat dari sisi IT governance yang sangat detail, Halim termasuk tipe pemikir dan cermat, supaya betul-betul bisa dibangun dengan sebuah mekanisme secara bertahap tetapi berkelanjutan. “Pak Halim, orangnya pemalu, orangnya santun, ia harus lebih banyak bergaul dengan orang eksternal karena diinternalnya sudah cukup,” ujar Indra memberi saran kepada anak buahnya ini.

Sementara itu, salah satu juri ajang Best e-Corp, Cosmas Christanmas, menilai, Halim mendapatkan nilai nyaris sempurna dari rekam jejak dalam aktivitas penelitian, pengajaran dan penulisan yang dilakukannya di luar tugas utamanya. “Hal ini yang belum tampak dilakukan peserta lainnya,” kata Leading Consultant PT Chitrah Cendekia Indonesia itu.

Dede Suryadi dan Tutut Handayani